Usia 3 Tahun, Teman Imajiner



            Si 3 tahun biasanya punya beberapa nama favorit yang terdengar ganjil saat sedang bermain sendiri. Keganjilan ini terkadang di mulai sejak anak berusia 2 tahun. Si 3 tahun biasanya membuat sebuah nama terlebih dahulu. Pilihan nama bebas, tanpa aturan. Tokoh-tokoh ciptaan itu bukan halusinasi, melainkan tokoh rekaan yang bisa dimanfaatkan
READMORE
 

Psikologi Anak Dan Pola Pembelajarannya



BAB I Psikologi Anak Dan Pola Pembelajarannya

Psikologi anak menurut arti bebas adalah sebuah kajian keilmuan yang mempelajari masalah tumbuh kembang anak beserta perilaku-perilaku yang dihasilkan dari akibat tumbuh kembang anak tersebut, dari usia 0 tahun sampai anak berusia 12 tahun. Kajian psikologi akan dikaitkan dengan perilaku hidup, mental kecerdasan seseorang. Bila kita bicara masalah anak maka penulis disini lebih suka mengartikan psikologi anak berdasarkan per huruf yang melekat pada kata Anak Kecil: Anak, Nekat, Aman, Kreatif, Kompetitif, Emosional, Cerdas, Imitatif, Labil.
Jadi, lebih pada arah sifatnya atau perilakunya. Pada bab ini, tentang psikologi anak dan pola pembelajarannya, penulis buku tidak membahas bagaimana perkembangan anak tetapi topik pembahasannya adalah:
A.      Perilaku-perilaku anak
1.      Aktif, artinya anak tersebut selalu bergerak melakukan aktifitas yang produktif atau mencoba mengenali lingkungannya dengan melihat, mendengar, merasakan, dan melakukannya. Aktif merupakan sifat yang dimiliki oleh anak yang cerdas.
2.      Nekat, artinya sebuah keadaaan yang dilakukan oleh anak dimana anak dalam keadaan terdesak, tidak nyaman, kebutuhanya tidak terpenuhi dan tidak dapat menyelesaikan problem dirinya maka ia akan bertindak melawan.
3.      Aman, artinya titik lemah yang dimiliki oleh anak dimana ia sadar bahwa ia anak kecil lemah, yang perlu perlindungan dari orang yang lebih kuat.
4.      Kreatif, artinya banyak akal, maksudnya anak tersebut ada saja yang dikerjakan di dalam mengisi permasalahn keseharianya. Orang kreatif ketika melihat sesuatu yang menurutnya kurang pas maka ia akan mengotak-atiknya menjadi sesuatu yang menurut orang lain terlalu aneh bahkan memberi lebel anak perusak atau nakal.
5.      Kompetitif, artinya sifat anak untuk bersaing, tidak mau mengalah dan selalu minta nomer satu.
6.      Emosional, artinya sifat yang belum dapat mengendalikan diri, mudah tersinnggung, dan putus asa.
7.      Cerdas,  artinya anak tersebut mudah diajari, penurut, pembelajar.
8.      Imitatif, artinya anak suka meniru apa yang dia lihat, dan dia dengar dari lingkungannya, daya khayal atau imajinatif anak sangat bagus sehingga anak sering berbicara sendiri, atau dengan benda disekitarnya.
9.      Labil, artinya anak belum memiliki pendirian yang teguh, masih suka ikut-ikutan dan mudah terjebak pada satu hal yang menurutnya asyik dn fantastik.
B.  Cara belajar anak dari perilaku yang dihasilkan
1.      Pembentukan tipe anak dalam belajar
a)      Bila anak lebih banyak menggunakan potensi matanya maka modalitas belajarnya adalah visual.
b)      Bila anak lebih banyak menggunakan potensi telinganya maka modalitas belajarnya adalah auditorial.
c)      Bila anak lebih banyak mengunakan potensi gerak atau fisiknya, menyentuh, dan mencoba maka modalitas belajaranya adalah kinestetik.
d)     Bila anak lebih banyak menggunakan mata dan telinga maka modalitas belajarnya adalah visual auditorial.
e)      Bila anak banyak menggunakan mata, telianga, dan fisik maka modalitas belajarnya adalah visual auditori kinestetik.
2.      Menentukan gaya belajar anak modalitas belajar
Modalitas belajar adalah cara belajar seseorang, atau cara dan gaya seseorang dalam menyerap suatu informasi atau ilmu. Setiap anak memiliki gaya belajar yang khas dan berbeda antara satu dengan yang lain.
C.  Tipelogi anak
Cara menilai tipe perilaku anak yaitu amati perilaku anak, lihat penampilannya, berikan pertanyaan dan perhatikan jawabannya, berikan tugas, perhatikan  tanggapan dan cara penyelesaiannya, dan lain-lain.

Untuk Melanjutkan ke BAB II silahkan Klik di sini
READMORE
 

Hypnosis



BAB II Hypnosis
            Hypnosis berasal  dari bahasa Inggris yang artinya tidur karena kekuatan ilmu sihir. Maksud dari ilmu sihir disini yaitu, kata-kata bersifat afirmasi, sugesti, dan visual yang ditata sedemikian rupa sehingga yang mendengarnya merasa nyaman, enak, dan terlenakan oleh keindahan kata-kata tersebut. Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dalam hypnosis bukanya tidur yang tidak sadar lingkungan, seperti halnya tidur beneran, namun orang yang terhypnotis disini orang tersebut masih dalam keadaan sadar dan masih bisa berkomunikasi dengan lingkungan.
            Hypnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya seuatu sugesti atau ide atau pemikiran sehingga menyebabkan perubahan perilaku dan tatanan mental emosional. Selama perang Dunia I dan perang Dunia II, hypnosis digunakan untuk memberikan perlakuan pada para prajurit yang mengalami trauma. Pada tahun 1955, British Medical Assosiation menyatakan bahwa hypnosis layak digunakan untuk mengobati histeria dan digunakan sebagai anestesi. Pada tahun 1958, American Medical Assosiation membuat pernyataan yang sama sekaligus mengkritik keras hypnosis yang ditujukan sebagai hiburan atau pertunjukkan. Tahun 1960, American psychology Assosiation membentuk dewan penulai kelayakan seorang hypnotis. Dari sejarah hypnosis tersebut, dapat disimpulkan bahwa hypnosis memiliki kekuatan tersendiri yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mempengaruhi orang lain demi keuntungan positif dan negatif. Berkaitan dengan pembelajaran, hypnotherapy dapat diaplikasikan untuk meningkatkan daya ingat, kreatifitas, fokos, merobohkan tembok batasan mental dan lain-lain. Hal ini tentunya sangat pemting dalam proses pembelajaran guna mencapai prestasi optimal.
            Pembelajaran dengan hypnosis mengutamakan fokos kesatu hal. Karena fokusnya kesatu lah pembelajaran lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan pembelajaran saat siswa fokos kebeberapa hal. Untuk sampai ke keadaan fokos kesatu hal ini, beragam metode dapat dilakukan. Cara-cara untuk masuk kedalam keadaan fokos ini dinamakan induksi. Tujuan dari induksi ini adalah agar anak atau siswa lebih relaks, sehingga mereka lebih fokus dan bank ingatan menjadi terbuka. Bila kita mau mencermati dalam kehidupan kita sehari-hari,sebenarnya kita selalu menggunakan hypnosis dalam berbagai kebuthan dan keperluan. Contoh: seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya, seorang ustadz berkata kepada santrinya dan santrinya mengikutinya tanpa adanya bantahan, seorang pemuda yang terpana melihat gadis cantik.
            Sebelum kita  memperdalam pembahasan mengenai hypnosis learning, kita akan mempelajari terlebih dahulu struktur dan pola pikir manusia. Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Pikiran lebih mudahnya dapat diartikan sebagai tempat penyimpanan informasi yang terdiri dari program rekaman. Pikiran dibagi menjadi 2, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara data-data yang masuk. Pikiran bawah sadar berfungsi menyimpan data-data atau informasi yang sudah jarang dipakai lagi. Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar bekerja saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.
            Pikiran sadar adalah, pikiran yang kita pahami dalam pengertian sehari-hari yaitu perangkat kita pergunakan untuk berpikir logis dan rasional. Pikiran sadar fungsi dan kinerjanya sama dengan otak kiri. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah kumpulan dari pengalaman, pengertian, pemahaman.
Teknik informasi masuk kepikiran sadar dan bawah sadar:
1.        Pengulangan atau repetisi.
2.        Identifikasi kelompon atau keluarga.
3.        Ide yang disampaikan oleh figur yang dipandang memiliki otoritas.
4.        Emosi yang intens.
5.        Kondisi alfa atau tidak sadarkan diri atau lupa.
Dalam bukunya Adi.W. Gunawan yang berjudul hypn therapy dijelaskan secara rinci mengenai alur atau terjadinya proses ditribusi informasi dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar, sebagai berikut:
1.        Pikiran dibagi menjadi 2 yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar yang terdiri dari Conscius Area dan Critical Area.
2.        Conscius Area berfungsi sebagai penyimpan dan pengingat informasi dari setiap kejadian dan perasaan kita dalam kurun waktu ½ jam terakhir.
3.        Critical Area berfungsi:
a.       Menyimpan informasi yang masuk dalam jangka waktu 24 jam terakhir.
b.      Filterisasi terhadap informasi yang masuk yang bersifat merugikan dan berbahaya.
c.       Anti sugestif untuk melindungi pikiran bawah sadar dari pengaruh luar. Critical Area terdapat di pikiran sadar dan pikiran bawah sadar memiliki fungsi yang hampir sama. Pikiran bawah sadar terdiri dari Modern Memori  Area dan Primitif Area.
d.      Modern Memori Area berfungsi menyimpan semua informasi, mulai dari saat terjadinya pembuahan, awal mula kehamilan hingga masa sekarang.
e.       Primitif Area berfungsi menyimpan berbagi informasi yang bersifat pasif, termasuk informasi yang bersifat genetik, hasil pengembangan dari proses pembelajaran dan penkondisian.
Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut alur arus informasi masuk kedalam pikiran. Informasi pertaman kali masuk di dalam Conscius Area. Kemudian informasi mengalir ke Critical Area, di Critical Area informasi akan diproses secara akurat, tepat dengan filterisasi yang ketat setelah lolos dari sini dilanjutkan untuk diproses di Modern Area dan terakhir di bagian Primitif Area.
Alasan pemilihan hypnosis sebagai metode pengajaran, karena mengajar adalah proses mengisi pikiran dengan berbagai informasi atau keilmuan. Hypnosis merupakan suatu teknik masuk kedalam suatu pikiran yang menyebabkan perubahan perilaku, dan tatanan mental emosional. Inilah alasan mendasar penulis menggunakan hypnosis sebagai suatu metode pengajaran di dalam menyampaikan pelajaran kepada anak didik. Hypnosis menawarkan cara yang sangat cepat untuk menonaktifkan filter mental dan masuk kepikiran bawah sadar. Saat pikiran sadar menjadi pasif atau nonaktif, seetiap informasi atau pelajaran yang diberikan kepada anak akan mudah diterima oleh pikiran bawah sadar. Informasi atau pelajaran merupakan suatu program baru, untuk bisa sampai kepikiran bawah sadar harus melewati pikiran sadar terlebih dahulu. Di sinilah, hypnosis mampu memodifikasi informasi dan program secara cepat tanpa gangguan dari pikiran sadar dengan berbagai teknik yang telah dijelaskan.
Untuk Bab III silahkah Klik di sini
READMORE
 

Hai...cari pengetahuan atau cari tugas?

Pengetahuan anda akan bertambah, tugas anda akan terselesaikan...
Silahkan Klik di Sini